Posted by : Unknown
Minggu, 27 November 2016
Separuh
Nyawaku Untuk Ayah
Aku terlahir dari keluarga
sederhana. Ayahku seorang petani kecil dan ibuku hanya ibu rumah tangga. Aku
hidup penuh dengan kesederhanaan, masa kecil ku sangatlah berbeda dengan
anak-anak pada umumnya yang menikmati masa kanak-kanak dengan bermain dengan
teman sebaya. Dari kecil aku di ajarkan ayahku untuk hidup sederhana.Mulai dari
aku kecil hingga aku sebesar sekarang ini aku masih menepati ajaran ayahku itu.
“bunga.. ayah ingin kamu menjadi
gadis yang tumbuh dengan baik. Kamu sebagai anak perempuan harus lemah lembut,
bisa menjaga diri kamu dari apapun yang membuat mu terluka. Kasihilah orang
yang menyayangimu. Dan ayah akan selalu menjagamu dengan sekuat raga ayah karna
ayah sangat menyayangimu nak.”
“iya Ayah. Bunga janji akan jadi
gadis yang baik yah. Demi Ayah, Bunga akan menepati janji Bunga dan Bunga akan
mengingat selalu ucapan Ayah.”
^^
Sekarang ini aku duduk dibangku
sekolah menengah kejuruan. Aku tidak perpikiran akan melanjutkan study ku karna
aku tau ekonomi keluargaku sangatlah rendah. Aku hanya bisa berusaha dan
berharap untuk mencapai masa depan yang cerah. Impian terbesarku adalah
membahagiakan kedua orang tuaku,memberikan segalanya untuk kedua orang tuaku.
Hal yang membuatku semangat dalam belajar adalah kedua orang tuaku yang sudah
berusaha dengan sekuat tenaganya. Banting tulang untuk menyekolahkanku. Aku
begitu menyayangi kedua orang tuaku.
^^
Suatu ketika Ayahku terjatuh
sakit mungkin karna terlalu memaksakan untuk bekerja. Di situlah aku sangat
takut. Aku menangis lemas melihat ayahku terjatuh sakit. “Ya Tuhan,dengan kebesaranmu
tolong sembuhkanlah Ayahku tuhan. Aku tidak bisa melihat orang yang aku sayangi
terluka Tuhan. Jika bisa ambilah separuh nyawaku untuk Ayahku. Aku begitu
menyayanginya Tuhan.” Ya itulah doaku untuk Ayahku. Aku merelakan separuh
nyawaku diambil untuk Ayah. Apapun yang Ayah butuhkan aku harus memberikannya
meskipun itu nyawa, aku tak apa karna hanya dia Ayahku lelaki yang begitu
menyayangiku setulus hatinya.
“Bunga, Ayah mau bicara sama
kamu. Ayah mau kamu mengingat ini. Jika Ayah tiada jagalah Ibumu bunga dengan
segenap hatimu yang tulus. Sayangi orang yang ada didekatmu, baiklah kepada
semua orang, jika ada yang perlu bantuanmu maka bantulah dia dengan kebaikanmu
Bunga. Ayah sangat menyayangimu gadis kecil Ayah.”
“Ayah jangan bicara seperti itu
ayah. Bunga percaya ayah kuat Ayah kan pahlawan Bunga. Bunga akan selalu
menjaga Ayah setiap detiknya Bunga untuk Ayah. Apapun yang Ayah butuhkan Bunga
akan memberikannya. Jadi Ayah harus kuat ya. Bunga sayang Ayah.”
^^
Hampir seminggu Ayah sakit. Dan
aku harus izin sekolah untuk menjaga Ayahku. Aku membantu Ibu dalam mengurus
rumah dan aku harus bekerja untuk menggantikan Ayahku sementara. Mencuci baju
orang lain,menjual nasi uduk yang ibuku buat. Hampir setiap hari aku bekerja
jika tidak mau makan apa keluargaku nanti. Aku harus berpikiran dewasa karna
hanya aku satu-satunya yang Ayah dan Ibuku punya. Aku selalu sisipkan uang hasil
jeri payahku untuk berobat Ayah. Ayah harus sembuh apapun itu akan aku lakukan
untuk Ayahku.
^^
Masa kecil yang seharusnya di isi
dengan sekolah, bermain dengan teman sebaya tapi apa daya aku hanya anak orang
biasa. Tergantung dengan satu saja tidak mencukupi kebutuhan keluargaku. Tidak
apa semua aku lakukan ikhlas dari hati. Aku ingin jadi anak yang berbakti yang
baik untuk kedua orang tuaku dan begitu pula untuk orang lain. Impianku untuk
membahagiakan kedua orang tuaku sangatlah penting untukku capai.
“Bunga, maafin Ayah karna Ayah
menyusahkanmu. Seharusnya kamu tidak bekerja seperti itu, kamu seharusnya
sekolah belajar dengan baik bersama teman-temanmu.”
“tidak apa Ayah. Bunga seperti
ini karna kemauan bunga sendiri. Bunga ingin menjaga Ayah seperti dulu Ayah
menjaga Bunga dengan baik. Ayah selalu menggendong Bunga dan menyanyikan Bunga
saat Bunga nangis, selau memberikan apa yang Bunga mau. Meski saat itu Ayah
sedang tak punya uang. Ayah, Bunga sayang Ayah. Biarkan Bunga menjaga Ayah
dengan tulus sekuat hati bunga karna ayah satu-satunya lelaki yang takkan pernah
menyakiti Bunga.”
“Ayah melakukan semua itu tanpa
pamrih nak. Ayah punya tanggung jawab besar untuk menjaga kamu dan Ibumu nak.
Dan Ayah tidak ingin ada yang menyakiti gadis kecil Ayah ini, yang Ayah sayangi
begitu tulus. Kamu bagaikan cahaya terang nak buat Ayah. Ingat ya nak di dunia
ini kita hidup saling tolong menolong. Jangan jadi orang yang sombong. Ingat pesan
Ayah kamu baik dengan orang pasti orang itu juga baik sama kamu nak.”
^^
Aku sangat bersyukur pada Tuhan.
Karna aku dilahirkan dari keluarga yang sangt menyayangiku. Hari ini aku sangat
senang karna Ayah sudah sembuh dari sakitnya.
“Ayah. Ayah gak perlu kerja lagi
ya yah. Biar Bunga yang kerja nanti uangnya Bunga tabung buat Ayah dan Ibu.”
“tidak nak. Kamu harus sekolah.
Kamu harus melanjutkan cita-citamu. Biar Ayah yang bekerja mencari uang untuk
sekolah kamu. Lagian Ayah sudah sembuh. Ayah ingin melihat gadis kecil Ayah
bahagia tumbuh dengan baik.”
Aku tersenyum manis untuk Ayahku.
Seseorang yang sangat aku sayangi.yang menjaga diriku sejak aku kecil.
Satu-satunya lelaki yang takkan pernah menyakitiku. Ayah, Bunga janji Bunga
akan menjadi gadis kecil Ayah yang baik.